BISNIS CERDAS UNTUK MEMBANTU PROSES MANAJEMEN RANTAI PASOK
BISNIS CERDAS UNTUK MEMBANTU PROSES MANAJEMEN RANTAI PASOK
A. Pendahuluan
Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) adalah sebuah proses yang mencakup mulai dari produksi sebuah produk atau barang sampai produk atau barang tersebut sampai ditangan konsumen. Sebuah Supply Chain (rantai suplai) merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan yang mempertahankan organisasi dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan kepada konsumen. (Kalakota, 2000, h197)
Tujuan yang hendak dicapai dari setiap rantai suplai adalah untuk memaksimalkan nilai yang dihasilkan secara kesulurahan. (Chopra, 2001, h5)
Dalam era teknologi informasi saat ini, dimana kemajuan teknologi menjadi salah satu kebutuhan baik itu untuk pemakaian personal ataupun bagi kepentingan perusahaan. Teknologi pun menjadi salah satu titik vital untuk mencapai tujuan. Sama halnya dengan proses rantai pasok, dimana dengan menimplementasikan rantai pasok saling terintegrasi akan meningkatkan kesluruhan nilai yang dihasilkan oleh rantai suplai tersebut. Untuk melakukan hal itu maka dibutuhkanlah teknologi yang mampu untuk menunjang proses rantai suplai tersebut. Bisnis cerdas yang merupakan sebuah teknologi dapat membantu perusahaan untuk lebih bisa meningkatkan dan memaksimalkan nilai dari proses rantai pasok tersebut.
B. Peranan Bisnis cerdas Dalam Proses Manajemen Rantai Pasok
Pada saat ini, dimana kompetisi pasar semakin tinggi persaingannya, bisnis cerdas seolah berubah menjadi juru penyelamat bagi perusahaan. Bisnis cerdas berkembang menjadi sebuah trend dalam rantai pasok perusahaan. Karena hal itulah, maka sampai saat ini bisnis cerdas merupakan salah satu faktor penting dalam proses manajemen rantai pasok perusahaan.
Hal hal yang ditawarkan oleh sebuah teknologi bisnis cerdas adalah kemampuan untuk mengumpulkan data, menganalisa data dan juga membantu seorang manager perusahaan untuk mengambil keputusan terkait dengan hal rantai pasok perusahaan berdasarkan hasil analisa dari data yang ada.
Dengan beragam ‘tools’ dari bisnis cerdas, seperti Data Warehouse, Data Mining, Reporting and Query Tools, serta Online Anlytical Processing (OLAP) yang dapat digunakan perusahaan untuk mendapat informasi informasi yang dibutuhkan perusahaan ataupun manager untuk mengambil keputusan berdasarkan keadaan pasar dan hasil analisa OLAP.
Jika dibandingkan dengan bisnis cerdas tradisional yang hanya terfokus pada penydiaaan laporan keuangan ataupun laporan pelanggan, serta laporan analisis perbandingan antara satu variabel dengan variabel lain, bisnis cerdas yang sekarang lebih ditujukan dengan pendekatan yang lebih progresif dengan tolok ukur kinerja perusahaan berdasarkan tujuan utama dari perusahaan tersebut. Bisnis cerdas sekarang tidak hanya memantau kinerja perusahaan pada saat ini saja, tetapi juga mengarahkan perusahaan untuk lebih fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan itu sendiri.
Sebagai contoh, dalam hal meminimalkan biaya perusahaan, bisnis cerdas berperan banyak dalam hal tersebut. Pengurangan biaya dapat dilakukan dengan cara memesan dalam jumlah besar dan meminimalkan pengeluaran. Sistem bisnis cerdas dapat digunakan untuk menentukan tingkat dan jumlah pesanan secara optimal, juga dapat meminimalkan pengadaan inventaris material bagi perusahaan. Selain itu perusahaan juga dapat menentukan jumlah order, dan menyusun sistem pengeluaran perusahaan secara minimal. Selain itu, perusahaan juga dapat menganalisa keseluruhan proses rantai pasok dan menghilangkan proses proses yang tidak efisien bagi perusahaan demi menghemat biaya pengeluaran.
C. Kesimpulan
Teknologi yang terus berkembang selalu memudahkan kita untuk melakukan sesuatu. Bisnis Cerdas sebagai sebuah teknologi, mampu menawarkan berbagai kelebihan jika digunakan secara tepat. Tak terkecuali dalam bidam Manajem Rantai Pasok, dalam bidang ini, bisnis cerdas berperan besar dalam meningkatkan mutu dan integritas secara keseluruhan proses rantai pasok tersebut, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan hasil analisa bisnis cerdas. Dengan menggunakan tools seperti Data Mining, Data Warehouse, dan Online Analytical Processing (OLAP) perusahaan dapat semakin bersaing dengan competitor lainnya dengan mengembangkan strategi baru berdasarkan hasil analisa bisnis cerdas.
Reference :
- http://blog.its.ac.id/fastroute/2009/12/25/pengenalan-manajemen-rantai-pasok/
- http://www.information-management.com/specialreports/20040720/1006858-1.html?pg=1
- http://www.accuracast.com/services/business-intelligence/supply-chain-management.php
- http://google.com
- http://books.google.co.id/books?id=cZKOw0BPYvQC&pg=PA307&lpg=PA307& dq=business+intelligence+dalam+scm&source=bl&ots=HmWcIymX8t&sig=0d5yE0f3LtutlG6Ve70y2AbbXoM&hl=id&ei=w_EFTPGPF5CmrQeK-pDGDA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=5&ved=0CDUQ6AEwBA#v=onepage&q&f=false
